اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni
sorga, kali ini kita akan membahas tentang Mengingat Mati dalam Agama Islam.
Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.
Mengingat Mati dalam Agama Islam
Mengingat mati sangat disarankan dalam agama Islam. Hidup di dunia ini tidaklah
selamanya, jarang sekali kita melihat manusia yang hidup di atas 100 tahun,
bahkan banyak yang sudah meninggal dunia disaat muda. Akan datang juga masanya
kita akan berpisah dengan dunia fana berikut isinya ini. Perpisahan itu akan
terjadi saat kematian menjemput kita. Kematian bak sebuah pintu dan setiap
manusia akan memasuki pintu itu, tanpa ada seorang pun yang dapat
menghindarinya. Sebagai seorang muslim yang taat, janganlah kita selalu
terpesona dan tenggelam dengan kenikmatan duniawi, terkadang kita memang lupa
bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, ada kehidupan kekal yang menunggu
dihadapan kita, yaitu kehidupan setelah mati, itulah sebabnya mengapa mengingat
mati dalam Islam sangat ditekankan dalam Agama Islam.
Allah SWT berfirman tentang kematian
yang artinya : Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. (QS. Ali
‘Imran/3:185). Ayat tersebut menjelaskan
bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kita juga akan mati karena kita ini
manusia yang memiliki nyawa. Kematian pasti akan datang dan tidak pernah tebang
pilih. Apabila ajal datang, tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mempercepat
atau memperlambatnya. Adakalanya kematian itu menjemput saat masih bayi,
kanak-kanak, remaja, dewasa, apalagi orang yang sudah tua renta.
Mengingat Mati dalam Agama Islam
Kadang kala kematian menjemput saat manusia sedang tidur, terjaga, sedang
sedih, sedang sendiri, sedang bahagia, atau sedang bersama-sama. Waktu kapan
kematian datang juga tak pernah ada yang tahu. Oleh karena itu, mengingat mati
harus terus dilakukan agar manusia menyadari bahwa hidupnya tidaklah akan hidup
kekal. Tentu saja di samping kita mengingat mati, kita juga harus mempersiapkan
bekal untuk menghadapi kehidupan setelah mati, yaitu segera bertobat dan
memperbanyak amal saleh.
Salah satu cara untuk mengingat mati
dalam Islam adalah dengan sering ber-ta’ziyyah (mendatangi keluarga yang
terkena musibah meninggal dunia), mengurus jenazah, mulai dari memandikan,
mengafani, menyalati, sampai menguburnya. Sesungguhnya, hanya orang-orang yang
cerdaslah yang akan banyak mengingat mati dan menyiapkan bekal untuk
kematiannya. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah SAW pada riwayat berikut ini.
Seorang putra dari seorang sahabat
Nabi, Abdullah bin ‘Umar ra. bercerita, “Aku sedang duduk bersama Rasulullah
saw. saat datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam
kepada Rasulullah saw., kemudian berkata, “Ya Rasulullah, mukmin manakah yang
paling utama?”. Beliau menjawab, “Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.”
“Mukmin manakah yang paling cerdas?” tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab:
“Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk
kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu
Majah).
Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/08/mengingat-mati-dalam-islam.html
Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/08/mengingat-mati-dalam-islam.html
No comments:
Post a Comment