Monday, May 2, 2016

Mengingat Mati

 اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Mengingat Mati dalam Agama Islam. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Mengingat Mati dalam Agama Islam Mengingat mati sangat disarankan dalam agama Islam. Hidup di dunia ini tidaklah selamanya, jarang sekali kita melihat manusia yang hidup di atas 100 tahun, bahkan banyak yang sudah meninggal dunia disaat muda. Akan datang juga masanya kita akan berpisah dengan dunia fana berikut isinya ini. Perpisahan itu akan terjadi saat kematian menjemput kita. Kematian bak sebuah pintu dan setiap manusia akan memasuki pintu itu, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindarinya. Sebagai seorang muslim yang taat, janganlah kita selalu terpesona dan tenggelam dengan kenikmatan duniawi, terkadang kita memang lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, ada kehidupan kekal yang menunggu dihadapan kita, yaitu kehidupan setelah mati, itulah sebabnya mengapa mengingat mati dalam Islam sangat ditekankan dalam Agama Islam.

Bila Selalu Mengingat Mati - Tausiyah Aa Gym


Bila Selalu Mengingat Mati K.H. Abdullah Gymnastiar Sehalus-halus kehinaan di sisi Allah adl tercerabut kedekatan kita dari sisi-Nya. Hal ini biasa ditandai dgn kualitas ibadah yg jauh dari meningkat atau bahkan malah menurun. Tidak bertambah bagus ibadah tak bertambah pula ilmu yang dapat membuat takut kepada Allah bahkan justru maksiat pun sudah mulai dilakukan dan aneh yg bersangkutan tak merasa rugi. Inilah tanda-tanda akan tercerabut ni’mat berdekatan bersama Allah Azza wa Jalla. Pantaslah bila Imam Ibnu Athoillah pernah berujar “Rontok iman ini akan terjadi pelan-pelan terkikis-kikis sedikit demi sedikit sampai akhir tanpa terasa habis tandas tak tersisa”. Demikianlah yg terjadi bagi orang yg tak berusaha memelihara iman di dalam kalbunya. Karena jangan pernah permainkan ni’mat iman di hati ini.